Jumat, 30 Oktober 2009

Pointer II

POINTER

Bagi programmer pemula biasanya pembahasan mengenai pointer ini akan membingungkan, namun jika dipahami secara jeli, pointer ini sebenarnya mudah untuk dimengerti. Pointer adalah variabel yang menyimpan alamat dari variabel lain. Misalnya kita mempunyai variabel x yang bertipe int, maka untuk mendapatkan alamat dari variabel x tersebut adalah dengan menambahkan tanda & di depannya, yaitu &x.

&x inilah yang disebut pointer. Sedangkan cara untuk mendeklarasikan sebuah variabel yang bertipe pointer adalah dengan menambahkan tanda * di depan variabel tersebut. Berikut contoh pendeklarasian variabel bertipe pointer.

Text Box: int *p;	// p adalah pointer yang menunjuk ke tipe data int 	// *p adalah variabel bertipe int yang alamatnya ditunjuk oleh p

Adapun contoh penggunaan pointer di dalam program C++ dapat dilihat pada listing program berikut ini :

Hasilnya adalah :

POINTER

Tujuan Instruksional Khusus

Mengerti dan Memahami Teori Bahasa Pemrograman Terstruktur

Pokok Bahasan

Pointer

Sub Pokok Bahasan

Pengenalan Pointer

Macam-macam pointer

Operasi-operasi pointer

Daftar Pustaka

§ Solichin, Achmad.2003.Pemrograman Bahasa C dengan Turbo C, IlmuKomputer.com

§ Raharjo, Budi. 2006. Pemrograman Borland C++ Builder. Bandung : Informatika

Pengertian Pointer

Pointer (variabel penunjuk) adalah suatu variabel yang berisi alamat me­mo­ri dari suatu variabel lain. Alamat ini merupakan lokasi dari obyek lain (bia­sanya variabel lain) di dalam memori. Contoh, jika sebuah variabel berisi alamat da­ri variabel lain, variabel pertama dikatakan menunjuk ke variabel kedua.

Operator Pointer

Ada 2 operator pointer yang dikenal secara luas, yaitu operator & dan operator *.

Operator &



Rounded Rectangle: -	Operator & bersifat Unary (hanya memerlukan satu operand saja) -	Operator & menghasilkan alamat dari operandnya


Operator & merupakan operator alamat. Pada saat pendeklarasian variable, user tidak diharuskan menentukan lokasi sesungguhnya pada memory, hal ini akan dilakukan secara otomatis oleh kompiler dan operating sysem pada saat run-time. Jika ingin mengetahui dimana suatu variable akan disimpan, dapat dilakukan dengan memberikan tanda ampersand (&) didepan variable , yang berarti "address of". Contoh :

ted = &andy;

Penulisan tersebut berarti akan memberikan variable ted alamat dari variable andy. Karena variabel andy diberi awalan karakter ampersand (&), maka yang menjadi pokok disini adalah alamat dalam memory, bukan isi variable. Misalkan andy diletakkan pada alamat 1776 kemudian dituliskan instruksi sbb :

andy = 25;

fred = andy;

ted = &andy;

Maka hasilnya :

Operator *



Rounded Rectangle: -	Operator * bersifat Unary (hanya memerlukan satu operand saja) -	Operator * menghasilkan nilai yang berbeda pada sebuah alamat


Operator * merupakan operator reference. Dengan menggunakan po­inter, kita dapat mengakses nilai yang tersimpan secara langsung dengan mem­berikan awalan operator asterisk (*) pada identifier pointer, yang ber­arti "value pointed by". Contoh :

beth = *ted;

(dapat dikatakan:"beth sama dengan nilai yang ditunjuk oleh ted") beth = 25, karena ted dialamat 1776, dan nilai yang berada pada alamat 1776 adalah 25.

Ekspresi dibawah ini semuanya benar, perhatikan :

andy = 25;

&andy = 1776;

ted = 1776;

*ted = 25;

Ekspresi pertama merupakan assignation bahwa andy = 25;. Ke­dua, meng­­gunakan operator alamat (address/derefence operator (&)), se­hing­ga akan meng­embalikan alamat dari variabel andy. Ketiga bernilai be­nar karena as­signation untuk ted adalah ted = &andy;. Keempat meng­gu­nakan reference ope­ra­tor (*) yang berarti nilai yang ada pada alamat yang di­­tunjuk oleh ted, yaitu 25. Maka ekspresi dibawah ini pun akan bernilai be­nar :

*ted = andy;

Deklarasi Pointer

Seperti halnya variabel lain, variabel pointer juga harus dideklarasikan terlebih dahulu sebelum digunakan. Bentuk umum deklarasi pointer adalah :



Rounded Rectangle: Tipe_data*nama_pointer


Dimana Tipe_data merupakan tipe dari data yang ditunjuk, bukan tipe dari pointer-nya. Contoh :

1. Mensubstitusikan address sebuah variabel ke pointer dengan memakai address operator &

int x;
int *ptr;
ptr = &x;

2. Mensubstitusikan address awal sebuah array ke pointer

char t[5];
char *ptr;
ptr = t;

3. Mensubstitusikan address salah satu elemen array dengan address operator

char t[5] ;
char *ptr;
ptr = &t[3];

4. Mensubstitusikan address awal character string ke pointer char

char *ptr;
ptr = jakarta

5. Mensubstitusikan NULL pada pointer. NULL ada pointer kosong, menunjukkan suatu status dimana pointer itu belum diinisialisasikan dengan sebuah address tertentu.

6. Memakai fungsi MALLOC.

Macam – macam Pointer

Pointer Bertipe Void

Pada C++ terdapat pointer yang dapat menunjuk ke tipe data apapun, po­inter semacam ini dideklarasikan dengan tipe void sehingga sering dikenal de­ngan is­ti­lah Void Pointer. Berikut ini contoh listing program yang meng­gu­na­kan void po­inter.

Text Box: #include "conio.h" #include "iostream.h" int main() { 	void *p; 	int a = 10; 	double b = 2.34; 	char c = 'S'; 	p = &a; //P akan menunjuk ke tipe data int 	cout<<"Alamat (a=10) yang ditunjuk p	 : " << p <<endl; 	p = &b; //P akan menunjuk ke tipe data double 	cout<<"Alamat (b=2.34) yang ditunjuk p  : " << p <<endl; 	p = &c; //P akan menunjuk ke tipe data char 	cout<<"Alamat (c='S') yang ditunjuk p   : " << p <<endl; 	getch(); }

Hasilnya adalah :

Dari hasil yang diberikan oleh program di atas terlihat bahwa sebuah po­inter yang bertipe void dapat digunakan untuk menunjuk tipe data int, double, dan char

Melewatkan Array Menggunakan Pointer

Selain yang telah disebutkan di atas, pointer juga dapat berfungsi untuk me­le­watkan variabel yang bertipe array di dalam sebuah fungsi. Berikut ini ditu­lis­kan dua buah contoh program yang dapat menjelaskan pernyataan ini.

Program yang ditulis tanpa menggunakan pointer

Text Box: #include "conio.h" #include "iostream.h"  void tulis_array (int A[], int n) { 	for (int j=1; j<=n; j++) 	{ 		A[j] = j * 10; 		cout<<A[j]<<endl; 	} } int main() { 	int B[10]; 	int X = 5; 	 	tulis_array (B, X); //memanggil fungsi tulis_array 	getch(); }

Hasilnya adalah :

Program yang ditulis menggunakan pointer

Text Box: #include "conio.h" #include "iostream.h"  void tulis_array (int *A, int n) { 	for (int j=1; j<=n; j++) 	{ 		A[j] = j * 10; 		cout<<A[j]<<endl; 	} } int main() { 	int B[10]; 	int X = 5; 	 	tulis_array (B, X); //memanggil fungsi tulis_array 	getch(); }

Hasilnya adalah :

Pointer Aritmetika

Elemen-elemen array biasanya diakses melalui indeksnya, sebenarnya ada cara lain yang lebih efisien, yaitu dengan menggunakan pointer. Pointer sema­cam ini disebut dengan istilah pointer aritmetika. Konsep dasar dari pointer arit­me­tika ini adalah melakukan operasi aritmetika terhadap variabel yang bertipe po­int­er. Misalnya kita mempunyai 5 buah data bertipe int yang disimpan dalam ben­tuk array dengan nama A dan digambarkan sebagai berikut :

24

32

81

44

23

P



P+3


Jika kita mempunyai pointer p, maka kita dapat mengakses elemen-ele­me­n array di atas dengan cara melakukan operasi terhadap p. Berikut contoh pro­gram yang akan mengilustrasikan kasus tersebut.

Text Box: #include "conio.h" #include "iostream.h"  int main() { 	int A[5]; 	int *p; 	 	A[0] = 24; 	A[1] = 32; 	A[2] = 81; 	A[3] = 44; 	A[4] = 23; 	 	p = &A[0]; //mula-mula p menunjuk elemen pertama array 	cout <<"Alamat p : " << p  << endl; 	cout <<"Nilai  p : " << *p << endl; 	cout << endl; 	 	p = p + 3; //melakukan proses aritmetika pada pointer 	cout <<"Alamat p : " << p  << endl; 	cout <<"Nilai  p : " << *p << endl; 	getch(); }

Hasilnya adalah :

Tipe Reference

Pada pembahasan pointer terdapat sebuah tipe data yang kerap kali digunakan, ya­i­tu tipe reference. Tipe reference sebenarnya merupakan alias (julukan/ nama lain) dari variabel yang dideklarasikan dengan menggunakan tipe data tertentu. Misal­nya kita mendeklarasikan sebuah variabel x yang bertipe int dan kita akan mem­bu­at alias (dengan nama n) dari variabel tersebut, maka hal yang harus dilakukan ada­lah mendeklarasikan alias tersebut menggunakan tipe reference yang ditulis­kan dengan int&. Berikut ini sintak yang menjelaskan contoh di atas.

Text Box: Int x;		//mendeklarasikan variabel x dengan int Int& n = x;	//mendeklarasikan n (yang merupakan alias x) dengan tipe reference //(int&)

Alias n dibuat dengan cara mengakses alamat yang ditempati oleh varia­bel x, yaitu dengan menggunakan tanda &. Oleh karena n merupakan alias dari x, ma­ka x dan n akan mempunyai nilai yang sama atau dengan kata lain keduanya akan saling mempengaruhi.

Pointer NULL

Pada saat program dijalankan, pointer akan menunjuk ke alamat acak pa­da memori, sehingga diperlukan inisialisasi agar hal tersebut tidak terjadi. Dalam C++ terdapat sebuah cara untuk membuat pointer tidak menunjuk ke alamat ma­na­pun, yaitu dengan mengisikan ponter tersebut dengan nilai NULL. Karena hal inilah maka pointer tersebut sering dinamakan pointer NULL (NULL Pointer). Se­bagai contoh kita mempunyai pointer p, dan kita ingin melakukan inisialisasi pada pointer tersebut dengan nilai NULL, maka sintaknya adalah sebagai berikut.

Text Box: P = NULL;

Operasi-operasi Pointer

Operasi Penugasan

Suatu variabel pointer seperti halnya variabel yang lain, juga bisa mengalami operasi penugasan. Nilai sari suatu variabel pointer dapat disalin ke variabel pointer yang lain.

Contoh Program :

Text Box: #include “stdio.h” #include “conio.h”  void main() {  	float *x1, *x2, y; 	clrscr(); 	y = 13.45; 	x1 = &y;	//alamat dari y disalin ke x1 	x2 = x1;	//isi variabel x1 disalin ke x2 	printf(“Nilai variabel y= %.2f ada di alamat %p\n”,y,x1); 	printf(“Nilai variabel y= %.2f ada di alamat %p\n”,y,x2); 	getch();	 }

Operasi Aritmatika

Suatu variabel pointer hanya dapat dilakukan operasi aritmatika dengan nilai integer saja. Operasi yang biasa dilakukan adalah operasi penambahan dan pengurangan.

Contoh program :

Text Box: #include “stdio.h” #include “conio.h”  void main () { 	int nilai [3], *penunjuk; 	clrscr(); 	nilai[0] = 125; 	nilai[1] = 345; 	nilai[2] = 750; 	penunjuk = &nilai[0]; 	printf(“Nilai %i ada di alamat memori %p\n”, *penunjuk,penunjuk); 	printf(“Nilai %i ada di alamat memori %p\n”, *(penunjuk + 1),penunjuk + 1); 	printf(“Nilai %i ada di alamat memori %p\n”, *(penunjuk + 2),penunjuk + 2); 	getch ();  }

Operasi Logika

Operasi logika juga dapat dilakukan pada sebuah variabel pointer. Contoh programnya : pb) printf(“pa menunjuk ke memori yang lebih tinggi dari pb\n”); getch (); }" v:shapes="_x0000_s1026" height="464" width="531">

Tidak ada komentar:

Posting Komentar